Halo, para penggemar esport Tanah Air!
Apa kabar semuanya? Kami harap Anda semua tetap sehat dan bersemangat dalam mendukung kebanggaan bangsa di kancah internasional.
Kali ini, redaksi akan membahas sebuah kabar besar yang datang dari tubuh kepengurusan esport nasional. Sebuah target ambisius telah dicanangkan untuk ajang multievent paling bergengsi se-Asia. Sanggupkah atlet-atlet kita memenuhi ekspektasi?
Mari kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Timnas Esports Indonesia Bidik Podium Aichi-Nagoya
Sebuah target besar dan berani baru saja diluncurkan oleh Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menjelang gelaran Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September mendatang.
Dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta pada pertengahan April 2026, Ketua Umum PB ESI, Bambang Sunarwibawa, secara terbuka menyatakan bahwa kontingen Merah Putih menargetkan minimal lima medali dari cabang olahraga esport.
“Kami akan berpartisipasi dalam sembilan nomor pertandingan di Asian Games nanti. Kami berharap dari sembilan nomor ini, setidaknya lima di antaranya dapat membawa pulang prestasi dan medali untuk Indonesia,” ujar Bambang dengan penuh optimisme.
Lantas, apa yang membuat target ini tidak terdengar muluk? Dari mana saja medali tersebut diharapkan lahir? Dan bagaimana persiapan para atlet menghadapi persaingan sengit dari raksasa Asia seperti China, Korea Selatan, dan tuan rumah Jepang?
Proses Seleksi yang Ketat dan Nama-nama Bersinar
Target ini bukanlah sekadar wacana. PB ESI telah melakukan persiapan yang matang sejak jauh hari. Salah satu bukti nyatanya adalah pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) menuju Pelatnas yang digelar mulai 20 Februari hingga 15 Maret 2026 lalu.
Proses seleksi dilakukan melalui tiga jalur: penunjukkan langsung, seleksi terbatas, dan seleksi umum. Semua ini untuk memastikan hanya atlet dengan skill teknis, pengalaman internasional, dan mental juara terbaik yang terpilih.
Hasilnya, pada pertengahan Mei 2026, PB ESI secara resmi mengumumkan daftar nama atlet yang akan membela Indonesia di Asian Games 2026.
Beberapa nama yang familiar di telinga penggemar esport pun muncul, terutama di nomor Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menjadi andalan utama. Skuad MLBB Indonesia akan diperkuat oleh nama-nama seperti Alexander Owen Marcetami Buhe (Owen), Arif Fudin Dingarai Putra (Kyy), Dalvin Ramadhana Putra (S A N Z), dan Muhammad Affan Wahyudi (Affan), yang merupakan bagian dari roster Alter Ego.
Tim ini akan diasuh oleh pelatih kepala Kenny Deo alias Xepher, yang sudah mulai membocorkan strategi untuk membawa Indonesia meraih medali emas.
Selain MLBB, Indonesia juga akan turun di delapan nomor lainnya: Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, seni bela diri (Street Fighter 6, Tekken 8, The King of Fighters XV), Pokémon UNITE, Identity V, Honor of Kings, dan Naraka: Bladepoint.
Berikut adalah daftar lengkap Timnas Esports Indonesia untuk Asian Games 2026:
| Nomor Pertandingan | Atlet |
|---|---|
| Mobile Legends: Bang Bang | Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Muhammad Halim Adicondro, Syauki Fauzan Sumarno |
| PUBG Mobile | Fazriel Haikal Aditya, Juventino Ryan Jeremy R., Micho Ananda Pratama W., Muh Fathyn Zilhaq S., Sharfan Syahman Shodiq |
| eFootball | Rizky Faidan, Radika Wiratama |
| Gran Turismo 7 | Andika Rama Maulana |
| Honor of Kings | Iqbal Khan, Drensen, Emanuel Hendo Paska, Agung Budi Prasetyo, Neville Garrick, Muh Naufal Aushaf Mahfuzh |
| Naraka: Bladepoint | Moch. Afthon Fathany, Ararat Samuel Manullang, Natha Diva Arya, Darian Wicaksana |
| Identity V | Athif Fatahilah Nursyam, Suhartanto Ardi Mulyo, Ricky Aulia, Muhammad Fachrul Putra Henri, Daffa Pasha Arifin |
| Martial Arts (KOF, SF6, Tekken) | Bayu Indra Sakti (KOF XV), Abrar Arkananta Putra (SF6), Aldy Syachranie (Tekken 8) |
| Pokémon UNITE | Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, Denny Ardianyanto, Judha Pangabean |
Peluang Medali dari Berbagai Sektor
Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, memberikan pandangannya terkait nomor-nomor yang berpotensi kuat menyumbangkan medali.
“Di atas kertas, kami memiliki nomor-nomor unggulan. Misalnya Mobile Legends, kami cukup yakin bisa meraih podium. Kemudian ada PUBG Mobile, Naraka, eFootball, dan mungkin Gran Turismo. Semoga kami bisa finis di podium,” jelas Richard seperti dikutip dari Antara.
Optimisme ini bukannya tanpa dasar. Indonesia memang memiliki basis pemain dan ekosistem yang kuat untuk game-game tersebut.
Selain itu, persiapan terus dimatangkan melalui program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk mengoptimalkan performa atlet sebelum bertanding di Jepang.
Tantangan dari Raksasa Asia
Meskipun optimis, PB ESI dan para atlet tentu tidak buta dengan tantangan yang ada. Persaingan di level Asia diprediksi akan berlangsung sangat sengit.
“Kami belum tahu negara mana saja yang akan masuk di setiap nomor, itu biasanya terjadi di ajang multi-event seperti ini,” ujar Richard Permana mengakui adanya faktor ketidakpastian.
Kekuatan besar seperti Jepang (tuan rumah), China, dan Korea Selatan diprediksi akan mendominasi di beberapa nomor andalan mereka. Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus batu ujian untuk mengukur sejauh mana perkembangan esport Indonesia di tingkat global, terutama setelah di Asian Games 2023 Hangzhou lalu Indonesia pulang tanpa membawa medali.
Target lima medali dari PB ESI adalah sebuah pernyataan ambisius. Namun, jika kita lihat dari proses Seleknas yang ketat, kualitas atlet yang diturunkan, serta persiapan Pelatnas yang intensif, target ini bukanlah mimpi di siang bolong.
Ini adalah lompatan keyakinan yang terukur. Esport Indonesia sudah saatnya tidak hanya berbicara tentang “partisipasi” di ajang internasional, tetapi benar-benar membidik prestasi tertinggi.
Tentu, jalan menuju podium Aichi-Nagoya tidaklah mulus. Tapi dengan dukungan penuh dari kita semua—para penggemar, keluarga, dan insan esport—bukan tidak mungkin mimpi itu menjadi kenyataan.
Mari kita doakan yang terbaik untuk timnas kita. Siapkan atribut dan dukungan kalian, karena perjuangan mereka adalah perjuangan kita semua.
Sampai jumpa di edisi berikutnya. Dirgahayu Esport Indonesia!