Dari Mumbai, kita terbang melintasi samudra ke São Paulo, Brasil, di mana turnamen internasional League of Legends First Stand 2026 sedang berlangsung. Dan oh, apa yang terjadi di semifinal benar-benar membuat dunia LoL terkejut!
Skor 3-0 yang Tak Terduga
G2 Esports, wakil dari LEC (Eropa), berhasil mengalahkan Gen.G, juara LCK (Korea) dan unggulan pertama turnamen, dengan skor telak 3-0 di babak semifinal pada 20 Maret 2026.
Ini bukan sekadar kemenangan biasa, Sob. Ini adalah kemenangan yang “mustahil” menurut banyak analis sebelum pertandingan. Gen.G datang dengan status sebagai juara Grup B yang tampil sempurna—mereka menghabisi JD Gaming (LPL) dan LYON (LCS) dengan skor 3-0 di fase grup.
Sementara G2? Perjalanan mereka jauh lebih berliku. Setelah mengalahkan Team Secret Whales 3-0, mereka harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Bilibili Gaming (LPL), sebelum bangkit dan menghancurkan BNK FearX (LCK) 3-0 di lower bracket untuk lolos ke semifinal.
Bagaimana G2 Bisa Melakukan Itu?
Mari kita bedah tiga game yang terjadi:
Game 1 (32 menit): G2 langsung mengambil kendali penuh atas Summoner’s Rift. Mereka menguasai setiap objektif netral dan tidak memberi Gen.G ruang bernapas sama sekali. Skor akhir: 16-4 .
Game 2 (32 menit): Lagi-lagi skrip yang sama. G2 mendikte tempo permainan. Gen.G memang berhasil mengamankan beberapa Dragon, tapi gagal mengkonversinya menjadi kemenangan timfight. Skor akhir: 15-6 .
Game 3 (30 menit): Dengan momentum yang sudah sepenuhnya di sisi mereka, G2 menyelesaikan pekerjaan. Sekali lagi, mereka membongkar pertahanan Gen.G dan menutup seri dengan skor 16-3 .
Dengan kemenangan ini, G2 melaju ke grand final—untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, LEC memiliki wakil di final internasional . Sementara Gen.G harus tereliminasi di posisi 3-4 dan membawa pulang hadiah konsolasi US$125.000 .
Ini adalah pengingat, Sob, bahwa dalam esport, reputasi dan sejarah tidak menjamin kemenangan. G2 membuktikan bahwa kerja keras, persiapan, dan mental baja bisa mengalahkan tim yang diunggulkan sekalipun.